Model pendugaan biomassa tanaman padi
Ini adalah salah satu tugas praktikum dari mata kuliah Model Simulasi Pertanian yang diberikan oleh Pak Handoko dan Pak Yon Sugiarto.
Pendugaan biomassa tanaman padi yang dilakukan mencakup dua tahapan proses yang saling mempengaruhi satu sama lain. Struktur neraca air yang dimodelkan mengasumsikan CH dan faktor irigasi sebagai sumber air. Dua model pendugaan Biomassa dan Neraca Air Lahan ini kemudian digabungkan dalam satu model yang berkaitan satu sama lain.
Seperti yang telah dikemukakan diatas bahwa pemodelan ini merupakan penggabungan antara pendugaan biomassa tanaman dan neraca air lahan. Oleh karena itu ada parameter masukan yang dubutuhkan. Untuk sub model perkembangan dan sub model pertumbuhan dibutuhkan parameter masukan yang dapat kita impor dari file input oleh pengguna model yaitu data iklim suhu udara rataan harian (dalam °C) dan radiasi surya (dalam MJ M-2) yang dalam hal ini data inputnya adalah data iklim Stasiun Gunung Medan selama periode setahun. Dan untuk neraca air lahan dibutuhkan data iklim curah hujan, radiasi dan kelembaban relatif.
Sub Model Perkembangan
- Menggambarkan fase perkembangan tanaman dari masing-masing kejadian fenologi yang diduga berdasarkan konsep heat unit atau thermal unit.
- Berdasarkan konsep ini, laju perkembangan tanaman terjadi jika suhu rata-rata harian melebihi suhu dasar.
- Fase perkembangan tanaman akan berubah dari suatu fase ke fase selanjutnya jika tanaman telah mencapai akumulasi heat unit tertentu.
- Secara umum, kejadian fenologi tanaman padi mulai dari semai hingga panen diberi skala \(0\)–\(1\). Skala tersebut dibagi menjadi beberapa kejadian, yaitu semai \((s = 0.0)\), tanam \((s = 0.25)\), tunas maksimum \((s = 0.50)\), pembungaan \((s = 0.75)\), dan matang fisiologis \((s = 1.0)\).
- Persamaan umum perkembangan tanaman dinyatakan sebagai:
\[ ds = \begin{cases} \dfrac{T - T_b}{TU}, & \text{jika } T > T_b \\ 0, & \text{jika } T \leq T_b \end{cases} \tag{1} \]
dimana:
- \(ds\) laju perkembangan tanaman
- \(T\) suhu rata-rata harian \((^\circ\mathrm{C})\)
- \(T_b\) suhu dasar \((^\circ\mathrm{C})\)
- \(TU\) thermal unit atau heat unit
Sub Model Pertumbuhan
- Mensimulasi aliran biomassa ke daun, batang, akar, dan biji serta kehilangannya berupa respirasi.
- Menghitung pertambahan biomassa berdasarkan intersepsi radiasi surya dan ketersediaan air tanaman.
- Intersepsi radiasi surya (\(Q_{\text{int}}\)) dihitung dari data radiasi surya (\(Q_s\)) dan indeks luas daun (\(LAI\)) berdasarkan persamaan:
\[ Q_{\text{int}} = Q_s \left(1 - \exp(-k \cdot LAI)\right) \tag{2} \]
dimana:
- \(Q_{\text{int}}\) radiasi yang diintersepsi \((\mathrm{MJ\ m^{-2}})\)
- \(Q_s\) radiasi surya \((\mathrm{MJ\ m^{-2}})\)
- \(k\) koefisien pemadaman tajuk tanaman
- \(LAI\) indeks luas daun
- Biomassa hasil fotosintesis dibagi antara organ vegetatif dan generatif (biji).
- Pertambahan biomassa total merupakan fungsi dari efisiensi penggunaan radiasi surya dan jumlah radiasi surya yang diintersepsi:
\[ dW = LUE \cdot Q_{\text{int}} \tag{3} \]
dimana:
- \(dW\) pertambahan berat total \((\mathrm{kg\ ha^{-1}\ hari^{-1}})\)
- \(LUE\) efisiensi penggunaan radiasi surya
- Sebagian biomassa ini akan digunakan dalam proses respirasi.
- Laju respirasi dipengaruhi oleh berat organ \(x\) dan suhu dalam bentuk temperature quotient (\(Q_{10}\)):
\[ R_m = k_m \cdot W_x \cdot Q_{10} \tag{4} \]
dimana:
- \(R_m\) kehilangan biomassa dalam proses respirasi
- \(k_m\) koefisien respirasi
- \(W_x\) biomassa organ \(x\)
- \(Q_{10}\) temperature quotient
Asumsi
Parameter awal dan masukan
Parameter statis
- Suhu dasar atau \(T_b\) sebesar \(17^\circ\mathrm{C}\)
- Heat Unit atau Thermal Unit (\(TU\)) sebesar \(1000\)
- Koefisien pemadaman (\(k\)) sebesar \(0.5\)
- Koefisien respirasi sebesar \(0.02\) untuk seluruh organ
- \(SLA\) sebesar \(0.002\)
Parameter dinamis
- \(LAI\) awal sebesar \(0.1\)
Parameter masukan
- Suhu udara rataan harian \((^\circ\mathrm{C})\)
- Radiasi surya rataan harian \((\mathrm{MJ\ m^{-2}})\)
Sub model perkembangan
- Untuk mempermudah model yang akan dibuat, model hanya akan menggunakan dua fase, yaitu fase dari semai \((s = 0.00)\) sampai fase pembungaan \((s = 0.75)\), dan fase setelah pembungaan sampai fase panen \((s = 1.00)\).
- Panen terjadi setelah fase panen tercapai \((s = 1)\); model berhenti setelah nilai \(s = 1\) atau fase panen tercapai.
Sub model pertumbuhan
Pertambahan biomassa merupakan kumulatif biomassa dari masing-masing organ tanaman.
Pertambahan biomassa total dan koefisien alokasi biomassa ke masing-masing organ dipengaruhi oleh fase perkembangan tanaman dan respirasi.
- Pada \(s = 0\)–\(0.75\), alokasi biomassa ke daun sebesar \(0.5\), alokasi biomassa ke batang sebesar \(0.4\), dan alokasi biomassa ke akar sebesar \(0.1\).
- Pada \(s > 0.75\) sampai \(s = 1\), alokasi biomassa ke akar, daun, dan batang sangat kecil, sehingga diasumsikan tidak ada alokasi, dan \(3\%\) dari biomassa batang akan dialokasikan ke biomassa biji.
Program
Selanjutnya parameter dan asumsi di atas ditulis menggunakan bahasa pemrograman BASIC. Model sederhana untuk pendugaan biomassa tanaman padi berikut ini menggunakan parameter awal sebagai berikut:
- Thermal Unit \((TU) = 1000\)
- \(k = 0.5\)
- \(LUE = 1.5\)
- \(SLA = 0.002\)
Pada model yang pertama ini menggunakan parameter masukan LAI = 0.01 dan suhu dasar 17ºC
Gambar 1. Model 1
Pada model yang kedua ini menggunakan parameter masukan LAI = 0.1 dan suhu dasar 17ºC
Gambar 2. Model 2
Pada model yang ketiga ini menggunakan parameter masukan LAI = 1 dan suhu dasar 17ºC
Gambar 3. Model 3
Dari ketiga model diatas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar nilai LAI maka nilai Wdaun, Wbatang, Wakar, Wbiji juga akan semakin besar.
Gambar 4. Perbandingan model
Pertambahan Wtotal juga bergantung pada besarnya LAI. Hal ini dapat dilihat pada grafik di samping:
User interface menggunakan Visual BASIC
Selanjutnya untuk memudahkan perhitungan pendugaan biomassa dengan periode tertentu, beberapa persamaan diatas saya tulis ulang menggunakan Visual BASIC 6 (kodenya dapat dilihat dibagian bawah tulisan), dilengkapi dengan user interface sederhana seperti gambar dibawah.
Program untuk menghitung pendugaan biomassa tanaman padi menggunakan Visual BASIC 6
'++++++++++++++++++++++++
' Program untuk menduga biomassa tanaman padi
' Benny Istanto, G241010143
' Praktikum matakuliah Model Simulasi Pertanian, Semester 6
' 27 April 2004, Kampus IPB Baranangsiang
'++++++++++++++++++++++++
Option Explicit
Dim pddcol As Integer
Dim pddrow As Integer
Private Sub cmdclear_Click()
txtwbiji.Text = ""
txtwtot.Text = ""
txthari.Text = ""
txtlai.Text = ""
txttb.Text = ""
txtinput.Text = ""
txtoutput.Text = ""
End Sub
'++++
Private Sub cmdinput_Click()
'Listing code di bawah ini digunakan untuk memilih nama file input
On Error GoTo out1
txtinput.Text = ""
Dialog1.DialogTitle = "open File Data Iklim"
Dialog1.InitDir = CurDir
Dialog1.Filter = "comma delimated(*.csv)|*.csv|all files(*.*)|*.*|"
Dialog1.ShowOpen
txtinput.Text = Dialog1.FileName
out1:
Exit Sub
End Sub
'++++
Private Sub cmdoutput_Click()
'Listing code di bawah ini digunakan untuk memilih nama file output
On Error GoTo out2
txtoutput.Text = ""
Dialog1.DialogTitle = "save output hasil simulasi"
Dialog1.InitDir = CurDir
Dialog1.Filter = "comma delimated(*.csv)|*.csv|all files(*.*)|*.*|"
Dialog1.ShowSave
txtoutput.Text = Dialog1.FileName
out2:
Exit Sub
End Sub
'++++
Private Sub cmdproses_Click()
Dim i As Integer
Dim hujan As Double
Dim RH As Double
Dim suhu As Double
Dim rad As Double
Dim angin As Double
Dim tu As Double
Dim k As Double
Dim lue As Double
Dim sla As Double
Dim tb As Double
Dim lai As Double
Dim s As Double
Dim Qint As Double
Dim dw As Double
Dim Q10 As Double
Dim wdaun As Double
Dim wbatang As Double
Dim wakar As Double
Dim wbiji As Double
Dim wtot As Double
Dim rdaun As Double
Dim rbatang As Double
Dim rakar As Double
Dim rbiji As Double
'PARAMETER AWAL
tu = 1000
k = 0.5
lue = 1.5
sla = 0.002
tb = Val(txttb.Text)
lai = Val(txtlai.Text)
'Inisialisasi variabel keadaan
s = 0
wdaun = 0
wbatang = 0
wakar = 0
wbiji = 0
wtot = 0
If txtinput.Text = "" Or txtoutput.Text = "" Then
MsgBox "File input dan output harus diisi terlebih dahulu.", vbExclamation, "Benny's Message"
Exit Sub
End If
Open txtinput.Text For Input As #1
Open txtoutput.Text For Output As #2
i = 0
Do While Not EOF(1)
i = i + 1
Input #1, hujan, RH, suhu, rad, angin
'SUB MODEL PERKEMBANGAN
If suhu > tb Then
s = s + (suhu - tb) / tu
End If
If s > 1 Then s = 1
'SUB MODEL PERTUMBUHAN
Qint = rad * (1 - Exp(-k * lai))
'Catatan:
'Jika LUE dinyatakan dalam g biomassa / MJ radiasi terintersepsi,
'maka dikalikan 10 untuk konversi ke kg ha-1 hari-1
dw = lue * Qint * 10
'Temperature quotient (Q10)
Q10 = 2 ^ ((suhu - 20) / 10)
'BIOMASSA
rdaun = 0.02 * wdaun * Q10
rbatang = 0.02 * wbatang * Q10
rakar = 0.02 * wakar * Q10
rbiji = 0.02 * wbiji * Q10
If s <= 0.75 Then
'Fase vegetatif
wdaun = wdaun + dw * 0.5 - rdaun
wbatang = wbatang + dw * 0.4 - rbatang
wakar = wakar + dw * 0.1 - rakar
Else
'Fase generatif
'Diasumsikan tidak ada alokasi baru ke akar, daun, dan batang
'Biomassa hasil fotosintesis dialokasikan ke biji
'Sebesar 3% biomassa batang diremobilisasi ke biji
wbiji = wbiji + dw - rbiji + (0.03 * wbatang)
wbatang = (wbatang * 0.97) - rbatang
wdaun = wdaun - rdaun
wakar = wakar - rakar
End If
'Mencegah biomassa bernilai negatif
If wdaun < 0 Then wdaun = 0
If wbatang < 0 Then wbatang = 0
If wakar < 0 Then wakar = 0
If wbiji < 0 Then wbiji = 0
'Update LAI dan biomassa total
lai = sla * wdaun
wtot = wakar + wdaun + wbatang + wbiji
'Simpan hasil simulasi ke file
Write #2, i, s, lai, wdaun, wbatang, wakar, wbiji, wtot
'Model berhenti jika fase panen tercapai
If s >= 1 Then Exit Do
Loop
Close #2
Close #1
txtwbiji.Text = CStr(Int(wbiji))
txtwtot.Text = CStr(Int(wtot))
txthari.Text = CStr(i)
txtlai.Text = Format$(lai, "0.000")
pddrow = i
pddcol = 2
MsgBox "Model telah selesai dijalankan, Klik OK untuk menampilkan Grafik ", vbOKOnly, "Benny's Message"
Call Grafik_Padi
End Sub
Public Sub Grafik_Padi()
Dim i As Integer
Dim j As Integer
Dim s As Double
Dim lai As Double
Dim wdaun As Double
Dim wbatang As Double
Dim wakar As Double
Dim wbiji As Double
Dim wtot As Double
With Chart1
.Refresh
Open txtoutput.Text For Input As #1
j = 0
.RowCount = pddrow
.ColumnCount = pddcol
While Not EOF(1)
Input #1, i, s, lai, wdaun, wbatang, wakar, wbiji, wtot
j = j + 1
.Row = j
.RowLabel = CStr(j)
.Column = 1
.Data = wbiji
.ColumnLabel = "wbiji"
.Column = 2
.Data = wtot
.ColumnLabel = "wtot"
Wend
Close #1
End With
End Sub



